Internet of Things (IoT) for Education

Internet of Things (IoT) didefinisikan sebagai kemampuan benda-benda untuk saling terhubung  dan berkomunikasi dengan komputer melalui internet untuk menyediakan layanan bagi manusia. IoT memiliki cara kerja dengan memanfaatkan argumentasi pemrograman dengan tiap perintah argumen akan menghasilkan sebuah interaksi antar sesama mesin yang terhubung secara otomatis dalam jarak berapa pun karena menggunakan internet sebagai penghubungnya dan manusia yang mengatur serta mengawasi kinerja alat secara langsung.

Peranan IoT dalam dunia pendidikan paling tampak dalam memberikan fasilitas yang lebih baik di ruang kelas karena membantu dalam sarana komunikasi antara satu dengan yang lain tanpa ada batasan seperti yang diulas dalam video Internet of Things dalam Dunia Pendidikan 

Pada video diterangkan beberapa manfaat IoT di dunia pendidikan antara lain, mempermudah pembelajaran dengan hanya menampilkan video berdasarkan QR-code, membuat catatan kehadiran berbasis RFID, berdiskusi secara interaktif, membantu memberikan catatan perilaku berbasis IoT, dan menghemat energi secara efisien dalam penggunaan berbagai benda mati yang mendukung proses pembelajaran.

Sedangkan dalam artikel Mengenal Internet of Things dalam Pembelajaran Matematika dijelaskan lebih lanjut mengenai pengaplikasian IoT dengan memanfaatkan whiteboard dan gelombang wifi, sehingga guru tidak perlu lagi menyampaikan bahan ajar secara tertulis dan siswa juga tidak perlu mencatat ulang penjelasan guru. Pemanfaatan alat bantu lain seperti infokus dalam pembelajaran yang dikaitkan dengan teknologi IoT juga akan membantu pembelajaran menjadi lebih efektif dalam segi waktu. Hal ini dikarenakan dengan sentuhan IoT, alat yang terhubung dengan internet akan diatur sedemikianrupa hingga slide atau materi yang ditampilkan guru dapat dikirimkan kepada siswa melalui audio maupun video ke smartphone masing-masing. Dengan demikian, penerapan IoT dalam pembelajaran matematika dapat menghadirkan ruang belajar berteknologi canggih yang akan mempermudah siswa belajar dengan berbagai acuan yang diperoleh dari internet.

Selanjutnya contoh aplikasi yang menggunakan IoT dalam matematika adalah Wolfram Alpha yang diulas dalam artikel Internet Of Things dalam Pembelajaran MatematikaWolfram Alpha adalah mesin jawaban yang dikembangkan oleh Wolfram Research. Wolfram Alpha merupakan layanan yang tersedia yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan secara faktual dengan menghitung jawaban yang terstruktur secara langsung dengan menghitung jawaban dari data yang disiapkan.

Berdasarkan artikel dan video yang diulas penulis, sebagian besar memaparkan penggunaan IoT dari sisi positif dalam dunia pendidikan dan pembelajaran matematika antara lain, 
  1. Pembelajaran yang kita lakukan menjadi cepat, mudah, dan efisien. 
  2. Memberikan informasi yang tepat waktu pada pengguna
  3. Meringankan beban bawaan siswa ke sekolah
  4. Memberikan koneksi tanpa batas
  5. Dapat membantu proses montoring secara otomatis tanpa mengenal jarak karena berbasis internet
  6. Dapat mendeteksi pengguna dimanapun berada. 
Namun, mengingat setiap hal di dunia pasti memiliki sisi baik dan buruk maka muncul pertanyaan apakah IoT memiliki sisi negatif dalam pendidikan? Berikut pendapat penulis mengenai sisi buruk dari IoT,
  1. Privasi seorang pengguna IoT dapat diretas atau diakses dimana saja dan kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengakses jaringan baik pengguna maupun bukan pengguna jaringan yang sebenarnya. 
  2. Pembelajaran belum tentu dimaknai oleh siswa karena IoT membuat mereka belajar secara praktis terutama dalam penggunaan aplikasi seperti wolfrom alpha. Melalui penggunaan aplikasi tersebut, tidak menutup kemungkinan siswa akan memanfaatkan aplikasi untuk mencari jawaban secara instan, dengan kata lain akan membuat mereka malas untuk mengerjakan proses menghitung dan mengkonstruk pengetahuan mereka.

Selanjutnya, mengingat Indonesia yang juga telah memulai sistem pendidikan berbasis IoT terutama tampak jelas pada masa pandemi ini, muncul pertanyaan  bagaimana jika di masa mendatang peranan guru yang mengajar di sekolah akan dilakukan seterusnya dengan jarak jauh tanpa bertatap muka dengan penggunaan IoT? Apakah pembelajaran terutama matematika akan berlangsung efektif? Bagaimana cara penanggulangan jika pembelajaran tidak berjalan sesuai harapan karena IoT?
Berdasarkan uraian sisi baik dan buruk yang tersebut, penulis memiliki pemikiran jika  pendidikan berbasis IoT dilaksanakan maka tentu akan berdampak besar pada bagaimana proses pembelajaran itu berlangsung efektif atau tidaknya. Contohnya, jika anak memang tergolong ke dalam seseorang yang memiliki kemampuan cepat tanggap maka pembelajaran pun akan efektif baginya walaupun dilakukan jarak jauh atau menggunakan sarana IoT. Selain itu, jauh sebelum IoT ramai diperbincangkan beberapa sekolah di Indonesia juga telah melakukan pembelajaran bersifat e-learning untuk siswanya walau terkadang hanya menjadi wadah untuk memberi tugas. Namun untuk era digital seperti ini hal tersebut tidak akan cukup untuk meningkatkan produktifitas siswa dan gurunya sehingga diperlukan effort lebih dalam penggunaan IoT terutama dalam pembelajaran matematika yang bukan hanya butuh hasil tapi makna dari setiap bagiannya. Untuk saat ini, penanggulangan yang mungkin dapat dipikirkan adalah keseimbangan antara IoT dan turun tangan guru sendiri selama pembelajaran.


Demikianlah review dari penulis terkait IoT dari berbagai sumber artikel dan video. Kepada para pembaca yang ingin memberikan pendapat sangat diharapkan meninggalkan jejak pendapatnya. Thankyou and have a nice day!



 

 

Komentar

  1. mantapp kak, Rima ngga kepikiran buat begitu haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi kak, dengan banyaknya sisi positif dalam IoT bukannya itu justru bisa membuat peran guru dalam pembelajaran dapat digantikan dengan aplikasi dan program yang lebih memudahkan siswa dalam belajar

      Hapus
  2. Disebutkan bahwa salah satu mafaat IoT adalah jika ditampilkan dengan video akan memudahkan dalam pembelajaran, yang jadi pertanyaan, apakah dengan cara tersebut akan efektif tersampaikan pesannya ke peserta didik ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya, pak..
      Menurut pendapat saya pembelajaran yang disampaikan dalam bentuk video bisa saja memberikan berbagai persepsi dari peserta didik atau pesan yang ingin disampaikan malah tidak tersampaikan kepada pemikiranmereka, sehingga guru masih memiliki peran sebagai fasilitator untuk membuat pembelajran lebih efektif. Dengan kata lain, mau memanfaatkan IoT dalam bentuk apapun dalam pembelajaran tetap membutuhkan keseimbangan dalam peran guru agar memungkinkan tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif.

      Hapus
  3. apakah efektif penggunaan IOT diterapkan pada pembelajaran matematika?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo kak Christin, terimakasih atas pertanyaannya..
      Berdasarkan definisi pembelajaran yang efektif yaitu, proses belajar-mengajar yang bukan hanya terfokus pada hasil tapi termasuk proses pembelajaran itu sendiri yang mampu memberikan pemahaman yang baik bagi peserta didik untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka, maka jika pembelajaran matematika memang menggunakan IoT sebagai pendukung dan peserta didik maupun guru dapat mengikutinya dengan baik untuk mencapai tujuan belajar maka dapat dikatakan efektif untuk diterapkan.
      ntuk meningkatkan cara belajar yang efektif perlu adanya bimbingan dari guru.[10]

      Hapus
  4. Mantap infonya, semoga jaringan internet bisa menjangkau daerah terpencil

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, semoga jaringan internet yang baik bisa menjangkau daerah terpencil sehingga proses pembelajaran terkini dengan IoT dapat dinikmati oleh mereka yang berada di sana.

      Hapus
  5. Bagaimana pendapat anda mengenai penggunaan iot pada masa sekarang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungannya, Kak..
      Menurut saya penggunaan IoT di masa sekarang sudah cukup baik karena bukan hanya digunakan sekolah te"tertentu" saja yang tapi telah digunakan oleh banyak sekolah. Jelas penggunaan IoT membantu bagi para guru dan peserta didik terutama guru dalam penyampaian materi yang tidak perlu lagi menuliskan di papan tulis dan juga melihat kondisi pandemi saat ini sehingga proses pembelajaran masih dapat berlangsung dan diikuti peserta didik. Tapi sesuai artikel yang telah dikupas, tentu penggunaan IoT yang semakin maju skalanya juga harus diikuti dengan pengawasan yang semakin baik, karena kecenderungan penggunaan IoT selain memunculkan dampak positif yaitu semua serba cepat dan online juga dapat membuat dampak negatif muncul seperti beberapa orang malas untuk berpikir sendiri.

      Hapus
  6. Artikel yang luar biasa ..saya ingin menanyakan apakah penerapan IoT dalam pembelajaran hanya terdapat pada media pembelajaran..? Jika tidak apakah contoh lainnya penerapan IoT dalam pembelajaran selain dilihat dari sudut pandang media pembelajaran ny?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, penerapan IoT bisa pada perangkat pembelajaran selain media, contohnya modul pembelajaran bisa dilengkapi IoT salah satunya adanya barcode untuk memudahkan membuka modul di alat komunikasi hp.

      Hapus
  7. menarik sekali,,, Bagaimana harapan penulis tentang IoT ini dalam dunia pendidikan dimasa mendatang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. harapan saya pendidikan bisa menyelaraskan penggunaan IoT di masa depan sehingga meskipun pembelajaran dilaksanakan tidak langsung oleh guru tapi siswa tetap dapat mencapainya dengan bantuan IoT dan guru sebagai fasilitator/pembimbing guna mencapa tuntuan generasi Z

      Hapus
  8. Menurut penulis, apa saja kendala menerapan IoT di sekolah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, kendala IoT di sekolah salah satunya adalah ketersediaan media pendukung terutama jika sekolah berada di tempat yang jauh dari kota.

      Hapus
  9. Menurut anda, jika kita sudah menerapkan penggunaan IOT di seluruh Indonesia, apakah dibidang pendidikan akan berdampak tidak perlu lagi peserta didik belajar secara tatap muka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, dampak seperti itu mungkin bisa terjadi karena semua sudah berbasis IoT jadi dengan jarak jauh pun pembelajaran bisa dilakukan, tetapi ada baiknya jika memang keadaan seperti itu terjadi tapi tetap diusahakan adanya tatap muka karena tetap saja pembelajaran butuh bimbingan dari guru sebagai pemberi makna

      Hapus
  10. Terimakasih Dian atas informasinya, yg ingin saya tanyakan itu kan lot itu begitu banyak dampak positif nya, tapi kan setiap ada dampak positif itu ada dampak negatif yg tidak bisa di tinggalkan, dalam lot ini dampak negatif nya seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. seperti yang saya rangkum, beberapa dampak negatif IoT menurut saya antara lain,
      1) Privasi seorang pengguna IoT dapat diretas atau diakses dimana saja dan kapan saja oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk mengakses jaringan baik pengguna maupun bukan pengguna jaringan yang sebenarnya.
      2) Pembelajaran belum tentu dimaknai oleh siswa karena IoT membuat mereka belajar secara praktis terutama dalam penggunaan aplikasi seperti wolfrom alpha. Melalui penggunaan aplikasi tersebut, tidak menutup kemungkinan siswa akan memanfaatkan aplikasi untuk mencari jawaban secara instan, dengan kata lain akan membuat mereka malas untuk mengerjakan proses menghitung dan mengkonstruk pengetahuan mereka.

      Hapus
  11. Terima kasih dian atas pencerahannya tentang IOT, yg ingin saya tanyakan apakah IOT bisa dinikmati oleh semua kalangan usia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, penggunaan IoT bisa dinikmati oleh semua kalangan usia tetapi tetap dibutuhkan pengawasan terutama untuk usia yang memang memerlukannya agar penggunaannya tetap efektif.

      Hapus

Posting Komentar