Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan merupakan suatu teknologi buatan pada bidang ilmu komputer yang mensimulasikan kecerdasan manusia ke dalam mesin (komputer) untuk menyelesaikan berbagai persoalan atau pekerjaan selayaknya yang dilakukan manusia. Artificial Intelligence pertama kali dikenalkan oleh seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology bernama John McCarthy pada tahun 1956 dalam acara Dartmouth Conference.
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti manusia dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
AI sendiri merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. AI membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa lebih baik lagi. Poin penting dalam proses AI adalah learning, reasoning dan self correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya melalui bantuan manusia dan pengalamannya ketika digunakan oleh manusia. Kelebihan AI salah satunya mampu melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri karena AI diprogram untuk itu terus belajar dan membenahi dirinya sendiri dari kesalahan yang pernah dibuatnya.
Secara garis besar sebuah kecerdasan buatan dapat melakukan salah satu dari keempat faktor berikut.
- Acting humanly, sistem yang dapat bertindak layaknya manusia.
- Thinking humanly, sistem yang bisa berpikir seperti halnya manusia.
- Think rationally, sistem yang mampu berpikir secara rasional.
- Act rationally, sistem yang mampu bertindak secara rasional.
"Artificial Intelligence di Dunia Pendidikan"
Pada mulanya tujuan utama artificial intelligence dicetuskan yaitu untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, pemanfaatan AI semakin berkembang di dunia pendidikan yang diharapkan dapat mempermudah kegiatan belajar mengajar ataupun urusan administratif lainnya.
Cina merupakan salah satu negara maju telah menggunakan AI sebagai bagian dari dunia pendidikan. Seperti yang tertulis pada artikel Pendidikan AI di China
Berdasarkan artikel tersebut, penerapan AI telah mengubah suasana pengajaran tradisional di Cina dimana tidak ada suara ajaran guru maupun suara bacaan dari para siswa sehingga semua pengajaran berlangsung dengan sangat tenang tanpa suara. Di Cina, pembelajaran menggunakan AI dapat dikatakan efektif jika dilihat dari hasi tes yaitu nilai ujian sebagai ukuran langsung produk AI. Selain itu, siswa menilai pembelajaran dengan AI jauh lebih baik daripada belajar dengan guru karena mereka merasakan AI dapat menemukan titik lemah mereka untuk memahami dengan cepat dan memberikan panduan yang sesuai. Salah satu perubahan yang paling penting adalah AI dapat mengurangi banyaknya latihan persoalan terutama dalam pelajaran matematika karena telah dirincikan dan dibagi menjadi bagian yang sederhana dan bersifat independen yang dilengkapi penjelasan, catatan, contoh, dan latihan yang terdiri dari poin-poin sederhana.
Masih di negara yang sama, pemanfaatan AI juga dipaparkan dalam artikel Keren, Guru Matematika Pakai Teknologi AI untuk Nilai Jawaban Murid Dijelaskan bahwa sistem AI membantu guru matematika untuk menilai jawaban siswa yang artinya membantu guru dalam menghemat waktu untuk memeriksa jawaban. Aplikasi yang digunakan oleh guru di Beijing untuk menilai soal tersebut diberi nama Xiaoyuan Kousuan, yang dapat digunakan dengan hanya memotret jawaban siswa dan akan langsung dicocokkan sehingga hasilnya akan langsung diperlihatkan di layar aplikasi.
Selain aplikasi yang digunakan guru di Beijing, terdapat aplikasi lain yang menerapkan teknologi AI untuk membantu menyelesaikan masalah dan soal matematika yang tidak dapat dipecahkan secara manual yaitu, Microsoft Math Solver, seperti yang terdapat di dalam artikel PR Matematika Sulit? Download 'Robot AI' Ini di Android! . Microsoft Math Solver diklaim dapat memecahkan soal matematika yang rumit dengan mekanisme yang sederhana yaitu pengguna cukup memotret soal yang ingin diselesaikan.
Aplikasi ini menerapkan teknologi AI untuk membantu menyelesaikan masalah dan jika soal matematika tidak dapat dipecahkan oleh aplikasi, maka Microsoft Math akan secara otomatis mengarahkan pengguna ke situs pencarian yang dapat membantu menyelesaikannya. Selain itu, aplikasi ini tidak hanya memberikan jawaban atau hasil dari soal perhitungan saja, melainkan dapat menunjukkan video yang menunjukkan cuplikan cara untuk bisa menyelesaikannya.
Penerapan AI dalam pembelajaran matematika selanjutnya dalam penyelesaian materi kalkulus seperti yang dipaparkan pada artikel Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan.
Pada artikel tersebut secara garis besar merangkum bahwa melalui penerapan AI pada pembelajaran matematika akan membantu dalam beberapa hal antara lain, memperkaya gambaran guru dalam mengajar, mengurangi hambatan dalam diskusi matematika, membantu mengamati kemampuan siswa dalam belajar dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Akan tetapi, melalui artikel yang dipaparkan tersebut muncul pertanyaan apakah melalui AI dapat mewujudkan interaksi antaraguru dan siswa guna memenuhi konsep belajar yaitu saling memberi dan menerima antara guru dan siswa (komunikasi dua arah). Hal ini mengingat bahwa AI merupakan sebuah teknologi buatan yang telah terkonsep sedemikianrupa untuk memberikan jawaban yang telah didesain sebelumnya.
Dari beberapa artikel yang dipaparkan, dapat dikatakan bahwa AI dalam pendidikan terutama pembelajaran matematika dapat membantu guru maupun siswa terutama dalam masalah menghemat waktu dan menyelesaikan soal matematika. Akan tetapi, apakah benar AI hanya memiliki sisi positif seperti yang dipaparkan? Apakah AI dapat menggantikan peran guru?
Berikut penjelasan lain mengenai Artificial Intelligence (AI) dalam bidang pendidikan di massa sekarang dalam sebuah video Kecerdasan Buatan dalam Bidang Pendidikan - Humanities, Explained
Dari video yang dijelaskan, dikatakan bahwa AI dalam bidang pendidikan memang dapat membuat pembelajaran yang lebih cerdas, membantu dalam mengidentifikasi kesulitan siswa, menilai tugas siswa, dan juga menghemat waktu kerja seorang guru tetapi AI juga memiliki sifat yang bias di dunia pendidikan terutama dari segi emosional/psikologi baik dari guru maupun siswa. Karena sejatinya belajar bukan hanya menerima tetapi juga memaknai.
Menurut saya, secara garis besar penggunaan AI sendiri memiliki dua mata pisau dalam kehidupan terutama di bidang pendidikan. Sisi positif AI dalam dunia pendidikan tentu saja memudahkan pekerjaan seorang guru dalam pembelajaran dan juga membantu siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran seperti mencari tahu sesuatu yang belum dipahaminya. Akan tetapi, perlu disadari bahwa pembelajaran bukan saja mengenai hasil akhir berupa angka atau nilai yang tertulis, tapi juga ada sesuatu yang tersirat di dalamnya yaitu memaknai pembelajaran itu sendiri. Hal ini terkait dengan sisi psikologi yang belum bisa dipahami oleh AI yaitu bagaimana siswa memahami makna dari pembelajaran yang dilakukannya.
AI mungkin saja berperan besar dalam membantu pembelajaran tetapi juga ada peran lain yang belum terpenuhi yaitu membantu siswa memaknai pembelajaran yang berbagai macam backgroundnya. Hal ini mengingat pembelajaran terutama matematika bukan hanya berbicara tentang angka dan hasil tetapi banyak bagian yang harus dimaknai lebih lanjut. Hal inilah yang belum bisa dipercayakan seutuhnya pada AI yang dibuat oleh orang lain yang tentu saja memiliki sifat bias. Dengan demikian dikatakan teknologi AI memang diperlukan dalam pendidikan yang semakin hari semakin maju, tetapi tidak dapat pula dikatakan bisa menggantikan peran guru sepenuhnya. Jadi dapat dikatakan peranan guru dengan kemajuan teknologi AI perlu saling mengimbangi agar tidak ada tumpang tindih dalam dunia pendidikan.
Selain sisi positif AI dalam dunia pendidikan yang anda jelaskan di atas, tolong jelaskan apa saja sisi Negatif AI dalam dunia pendidikan .
BalasHapusMenurut saya sisi negatif AI dalam pendidikan salah satunya menumbuhkan sifat malas berpikir dan berusaha sendiri oleh siswa dan memungkinkan adanya sifat ketergantungan pada mesin pintar.
HapusBagaimana tanggapan anda tentang penggunaan AI Pada masa sekarang?
BalasHapusMenurut saya, penggunaan AI di masa sekarang dapat memudahkan pekerjaan seseorang tseperti halnya di bidang pendidikan dapat membantu guru dalam pembelajaran dan juga membantu siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran seperti mencari tahu sesuatu yang belum dipahaminya.
HapusApa hal yang harus dilakukan agar para pendidik di Indonesia mampu mengimbangi perkembangan teknologi khususnya AI dalam proses pembelajaran?
BalasHapusMenurut saya, salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah berusaha menjadi lebih kreatif setiap waktunya sehingga selain kemajuan teknologi juga terdapat kemajuan kreativitas pendidik. Dengan demikian, siswa dapat menemukan jawaban yang sebelumnya dicari pada AI tetapi kembali mencari gurunya karena percaya akan kekreativitasan gurunya dalam mengajar dan membantunya mendapatkan apa yang belum diketahuinya.
Hapuskekurangan al apa saja ??
BalasHapusMenurut saya, kekurang AI adalah sifatnya yang merupakan buatan manusia yang artinya memili kecerdasan yang terbatas terutama dalam mempertimbangkan hal-hal yang butuh diputuskan dengan pemikiran yang lebih dalam atau dengan kata lain AI tidak dapat memaknai sesuatu seperti halnya manusia.
HapusMenurut anda sendiri apa sih sebenarnya AI itu?
BalasHapusdan bagaimana penerapan AI di indonesia khususnya di bidang pendidikan?
Menurut saya, AI merupakan suatu bentuk simulasi kecerdasan buatan oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti manusia dan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
HapusPenerapan AI di Indonesia khususnya di bidang pendidikan dapat membuat pembelajaran yang lebih cerdas karena membanu dalam memecahkan masalah dan mengidentifikasi kesulitan siswa, menilai tugas siswa, dan juga menghemat waktu kerja seorang guru tetapi AI juga memiliki sifat yang bias di dunia pendidikan terutama dari segi emosional/psikologi baik dari guru maupun siswa. Karena sejatinya belajar bukan hanya menerima tetapi juga memaknai.
Seberapa efektifkah penerapan teknologi AI dalam proses pembelajaran yang dilakukan disekolah
BalasHapusmenurut dian apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah dalam meningkatkan penerapan AI di indonesia?
BalasHapusJelaskan 4 faktor yang dapat dilakukan oleh kecerdasan buatan!
BalasHapus